Naskah Sambutan Bupati Manggarai pada Penerimaan Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat

“….maka situasi ‘pulang kampung’ ini kiranya menjadi kesempatan yang baik bagi Mgr. Sipri, untuk membangun keuskupan ini dalam ruang-ruang dialog.

Tentu saja, menyampaikan harapan-harapan ini pada kesempatan pertemuan yang pertama, tidak dimaksudkan untuk menitipkan beban ke pundak Monsinyur. Sémbéng segolo mésé, somba selongka. Tak ada sedikitpun niat untuk memberi beban. Ini adalah ungkapan kerinduan dalam nada penuh syukur; gembala yang baru akan memberi kesegaran pada domba-dombanya.”

Sabtu, 29 Februari 2020

Yang Kami Sambut dengan Sukacita

Mgr. Siprianus Hormat

Yang Mulia,

Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San,

Yang Saya Hormati,

  1. Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat;
  2. Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur;
  3. Unsur Forkopimda Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur;
  4. Romo Vikjen, Pimpinan Biara, Para Imam, Bruder dan Suster;
  5. Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat; dan Manggarai Timur;
  6. Keluarga dan seluruh Panitia;
  7. Insan Pers, undangan dan hadirin sekalian yang terkasih.

Salam Sejahtera bagi Kita Semua,

Pada kesempatan yang pertama, saya mengajak kita semua menyampaikan pujian dan syukur kepada Tuhan, yang senantiasa mengalirkan rahmatNya atas hidup kita.

Pada hari ini, rahmat besarNya yang hendak kita rayakan adalah hadirnya Mgr. Siprianus Hormat di tengah kita, umat Katolik di Keuskupan Ruteng, yang juga adalah masyarakat dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Pada kesempatan berikutnya, atas nama seluruh masyarakat Manggarai, saya menyampaikan selamat memasuki Masa Prapaskah untuk kita semua.

Hadirin yang Terkasih,

Ketika tanggal 13 November 2019 silam Romo Vikjen Keuskupan Ruteng, Rm. Alfons Segar, Pr. membacakan keputusan Tahta Suci Vatikan, kita semua serentak bersatu melantunkan nada syukur. Penantian panjang dalam doa-doa, agar Keuskupan Ruteng segera memiliki Uskup yang baru, terjawab sudah.

Romo Siprianus Hormat, yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif KWI, oleh Tahta Suci Vatikan, ditunjuk sebagai Uskup Ruteng yang baru. Sebuah keputusan yang disambut dengan penuh kegembiraan dan sukacita.

Ada paling tidak dua hal yang, dalam refleksi pribadi, saya pandang sebagai alasan di balik kegembiraan dan sukacita besar itu.

Pertama, dengan tidak bermaksud mengabaikan peran besar Mgr. Silvester San selama kurang lebih dua tahun menjadi pemimpin keuskupan ini dalam tugas sebagai Administrator Apostolik, terpilihnya uskup (definitif) yang akan memimpin umat Katolik di Manggarai adalah jawaban atas doa-doa; Tuhan tahu seluruh kerinduan kita, dan Tuhan mengabulkan permohonan kita[1].

Kedua, yang ditunjuk menjadi Uskup Ruteng adalah seorang anak dari rahim Nuca Lalé ini, Rm. Siprianus Hormat, Pr., yang sejak ditahbiskan sebagai Imam, hanya setahun berkarya di Keuskupan Ruteng[2].

Melihat perjalanan panjang ziarah panggilan Mgr. Siprianus Hormat, penunjukan oleh Tahta Suci Vatikan pada akhir tahun lalu itu, dapat dilihat sebagai peristiwa “kolé béo”/pulang kampung; tetapi bukan ‘pulang kampung biasa’. Meninggalkan Manggarai sebagai imam muda dan kembali ke tanah ini sebagai seorang Uskup, Mgr. Siprianus Hormat telah hidup dalam ‘filosofi harapan’ para leluhur kita: “lalong bakok du lako’n, lalong rombéng du kolé’n”. Untuk itulah kita semua sungguh bergembira.

Mgr. Siprianus Hormat dan Hadirin yang Terkasih,

Dalam konteks ‘pulang kampung’ itulah, perkenankan pada kesempatan penuh syukur ini, saya menyampaikan beberapa hal.

Pertama, selamat datang kembali ke tanah kelahiranmu, Monsinyur. Sebagai yang kembali dalam nuansa/wajah yang lain (sebagai lalong rombéng), lihatlah tanah ini dan mari bersama-sama seluruh komponen yang ada, mulai berkarya; melakukannya dalam kasih. Bagi Mgr. Sipri, tentu saja hal ini akan menjadi mudah sebab telah dipilih sebagai motto-nya: Omnia in Caritate (Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih – 1 Kor. 16:1)

Kedua, Mgr. Sipri akan menjadi gembala di Keuskupan ini pada Tahun Penggembalaan. Saya percaya bahwa kita semua meyakini, peristiwa ini tidak terjadi begitu saja. Uskup Ruteng yang baru adalah gembala yang telah mengenal dengan baik padang penggembalaannya—yang terdiri dari tiga wilayah pemerintahan kabupaten. Oleh karenanya, sebagaimana seorang gembala yang mengenal padang penggembalaan dengan baik akan membawa domba-dombanya ke padang yang berumput hijau dan mata air yang tenang, Mgr. Sipri tentu saja akan melakukan hal yang sama pada seluruh umat Keuskupan Ruteng ini.

Ketiga, dalam hubungannya dengan tugas penggembalaan tersebut, sebab seluruh umat Keuskupan Ruteng adalah juga masyarakat dari tiga wilayah pemerintahan (Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur), maka situasi ‘pulang kampung’ ini kiranya menjadi kesempatan yang baik bagi Mgr. Sipri, untuk membangun keuskupan ini dalam ruang-ruang dialog.

Tentu saja, menyampaikan harapan-harapan ini pada kesempatan pertemuan yang pertama, tidak dimaksudkan untuk menitipkan beban ke pundak Monsinyur. Sémbéng segolo mésé, somba selongka. Tak ada sedikitpun niat untuk memberi beban. Ini adalah ungkapan kerinduan dalam nada penuh syukur; gembala yang baru akan memberi kesegaran pada domba-dombanya.

Selanjutnya, izinkanlah saya menyampaikan terima kasih kepada Mgr. Silvester San yang telah berada bersama kami selama ini. Tugas sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Ruteng tentu saja belum selesai. Masih akan berlangsung sampai tanggal 19 Maret mendatang. Ucapan terima kasih ini terutama disampaikan karena telah memungkinan seluruh rahmat ini kita terima sampai pada hari ini. Selanjutnya, dalam rangka Upacara Pentahbisan nanti, kami berharap agar Mgr. San tetap sehat dan bersama-sama kami dan seluruh panitia menyukseskan peristiwa besar itu.

Terima kasih juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, dan akan tetap bergandeng tangan hingga hari pentahbisan nanti. Semoga seluruh karya pelayanan kita diberkati Tuhan.

BUPATI MANGGARAI

DENO KAMELUS


[1] Selama dua tahun terakhir, setiap doa-doa di seluruh Keuskupan Ruteng (Doa Tahun Persekutuan 2018 dan Doa Tahun Pelayanan 2019) selalu menyertakan permohonan agar segera terpilih Uskup yang baru.

[2] Mgr. Siprianus Hormat ditahbiskan sebagai Imam pada tahun 1995. Selamat setahun bertugas sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng, lalu berkarya di luar Ruteng.

Tim Protokol Manggarai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *