Pemkab bersama Uskup Sipri Lakukan Penghijauan di Hutan Lindung TWA Wilayah 1

Komitmen kita untuk menjaga lingkungan ini harus menjadi bagian dari karakter kita sebagai manusia manggarai. Ini adalah salah satu dari sekian banyak komitmen kita. Sebelumnya juga, kita sudah ada upaya-upaya untuk membangun komitmen 3 pilar, yaitu pemerintah, masyarakat dan gereja. Lalu, saat yubilium 100 tahun Gereja Katolik, kita juga melakukan ibadah ekologis. Lalu, hari-hari tertentu di Pemerintah juga kita melakukan hal yang sama. Saya kira, ini adalah bagian dari upaya-upaya kita untuk terus disadarkan, diingatkan untuk membangun komitmen menjaga lingkungan ini. Karena dengan menjaga lingkungan seperti ini, hidup kita bisa lebih bermartabat. Kita bisa memiliki sumber air yang cukup serta kaya akan satwa yang hidup di sini.

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H., M.H.

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, SH., MH dan Wakil Bupati Drs. Victor Madur bersama Uskup Ruteng terpilih Mgr. Siprianus Hormat, Dandim 1612 Manggarai, Kapolres Ruteng, dan Kepala BKSDA Manggarai mengikuti kegiatan penghijauan di Hutan Lindung TWA Wilayah 1, Carep pada Jumat (13/03).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang tahbisan Uskup Ruteng. Diinisiasi oleh Sie Kebersihan panitia tahbisan, kegiatan ini diikuti oleh masyarakat sekitar, ASN Manggarai, dan para pelajar.

Tersedia 2000 anakan pohon arad dan kayu manis untuk ditanami di kawasan tersebut. Kegiatan diawali dengan upacara adat ‘kapu’. Setelah upacara ‘kapu’, rombongan berjalan menuju ke lokasi penghijauan untuk melaksanakan ibadat ekologis yang dipimpin sendiri oleh uskup terpilih. Setelah ibadat selesai, Bupati, Wakil Bupati, Uskup, Dandim, Kapolres dan Kepala BKSDA Manggarai masing-masing menanam satu anakan pohon di titik yang telah disediakan, yang kemudian diikuti oleh rombongan lain.

Uskup Sipri dalam kegiatan tersebut, mengajak semua masyarakat Manggarai Raya untuk selalu menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari iman dan upaya menjaga kehidupan manusia yang bermartabat.

“Kegiatan ini merupakan upaya konservasi semua makhluk hidup yang ada di tempat ini sebagai sebuah simbol, sebuah panggilan iman, bahwa lingkungan itu adalah rumah kita bersama, sahabat kita semua. Karena itu, menjaga lingkungan sama dengan menjahga diri kita, menata penciptaan dan tata penebusan Tuhan. Himbauan kepada seluruh umat dan masyarakat, mari kita bergandengan tangan menjaga lingkungan hidup untuk kehidupan manusia yang bermartabat,” kata Uskup Sipri.

Senada dengan uskup, Bupati Manggarai Deno Kamelus melihat kegiatan ini sebagai suatu hal yang positif dalam membangun komitmen Pemerintah, Masyarakat dan Gereja untuk menjaga kelestarian alam. Lebih daripada itu, Bupati Deno mengingatkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan cermin dari karakter masyarakat Manggarai.

“Komitmen kita untuk menjaga lingkungan ini harus menjadi bagian dari karakter kita sebagai manusia manggarai. Ini adalah salah satu dari sekian banyak komitmen kita. Sebelumnya juga, kita sudah ada upaya-upaya untuk membangun komitmen 3 pilar, yaitu pemerintah, masyarakat dan gereja. Lalu, saat yubilium 100 tahun Gereja Katolik, kita juga melakukan ibadah ekologis. Lalu, hari-hari tertentu di Pemerintah juga kita melakukan hal yang sama. Saya kira, ini adalah bagian dari upaya-upaya kita untuk terus disadarkan, diingatkan untuk membangun komitmen menjaga lingkungan ini. Karena dengan menjaga lingkungan seperti ini, hidup kita bisa lebih bermartabat. Kita bisa memiliki sumber air yang cukup serta kaya akan satwa yang hidup di sini,” ungkap bupati Deno. (*)

Tim Protokol Manggarai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *