Pergelaran Festival Perdamaian dan Penguatan Pranata Adat di Ruteng, Bupati Manggarai: Upaya Untuk Mengelola Perdamaian.

Dengan kegiatan penguatan pranata adat ini, diharapkan dapat mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan desa sebagai wahana forum perdamaian desa, meningkatkan ketahanan masyarakat dari sisi sosial dan budaya, merevitalisasi kearifan lokal sebagai wahana perdamaian desa, mendorong tumbuhnya kader-kader pelopor perdamaian, mendorong tumbuhnya minat dan bakat bagi pemuda dan masyarakat desa di bidang olahraga. (Dirjen PDTu Kemendes PDTT, Aisyah Gamawati )

Ruteng – Festival Pranata Adat berlangsung di pelataran Kantor Bupati Manggarai, pada Hari Rabu (9/10). Bupati Manggarai Deno Kamelus yang hadir pada malam itu, menyampaikan bahwa penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengelola perdamaian serta membina masyarakat dalam memitigasi konflik dengan metode-metode yang kontekstual.

Selain itu, kepada jajaran Kemendes PDTT dan hadirin malam itu, Bupati Deno juga menjelaskan bahwa kearifan-kearifan lokal orang Manggarai banyak mengandung nilai-nilai perdamaian seperti dalam tutur, lagu dan tari-tarian.

Festival ini sendiri diinisiasi oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Ditjen PDTu) bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Manggarai.

Pada kesempatan lain, Direktur Jendral Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Aisyah Gamawati menyampaikan bahwa rangkaian acara ini merupakan salah satu bentuk realisasi ‘nawacita’ yang digagas oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Dengan kegiatan penguatan pranata adat ini, diharapkan dapat mengaktifkan kembali penguatan lembaga kemasyarakatan desa sebagai wahana forum perdamaian desa, meningkatkan ketahanan masyarakat dari sisi sosial dan budaya, merevitalisasi kearifan lokal sebagai wahana perdamaian desa, mendorong tumbuhnya kader-kader pelopor perdamaian, mendorong tumbuhnya minat dan bakat bagi pemuda dan masyarakat desa di bidang olahraga, serta mendorong tumbuhnya perekonomian di desa.” Tutur Aisyah pada pembukaan Festival malam itu.

Festival ini terdiri dari tiga rangkaian acara. Bagian pertama dari rangkaian kegiatan adalah Workshop  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Peka Perdamaian dan Kurikulum Bina Damai, melalui Forum Ketahanan Masyarakat Kabupaten Manggarai yang diikuti oleh stakeholder dan masyarakat desa.

Bagian kedua dalam rangkaian festival ini adalah revitalisasi sarana prasarana olahraga di Desa Bangka La’o, Kecamatan Ruteng. Hal ini dilakukan dengan alasan bahwa kegiatan olahraga merupakan salah satu sarana dalam membangun kohesi sosial dalam hidup bermasyarakat.

Puncak dari rangkaian acara ini adalah Festival Perdamaian yang diisi dengan pertunjukan kreasi seni budaya Manggarai, dibawakan oleh para pelajar dan kelompok kesenian yang ada di Kabupaten Manggarai.

Dalam perayaan itu, Bupati Deno secara simbolis menerima dana dari Kementrian sebesar 2,4 Milyar yang merupakan bantuan fasilitasi sarana dan prasarana pengembangan Desa Wisata di Pulau Mules, Kecamatan Satar Mese Barat.

Pergelaran Festival ini ditutup dengan penyalaan api unggun bersama sebagai simbol perdamaian Indonesia dan Manggarai pada khususnya.

Festival ini dihadiri oleh Dirjen PDTu bersama jajarannya, Unsur Forkopimda Kabupaten Manggarai, Wakil Bupati Manggarai Viktor Madur, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, beserta undangan lainnya. Sementara, Sunrise Camp Indonesia menjadi event organizer lokal yang memfasilitasi malam festival ini. (YJ)

 Tim Humaspro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *