[Release Perumda Tirta Komodo] Tanggapan Masyarakat Kampung Malip Terkait Dugaan Rekayasa Pengaliran Air di Cibal Barat.

Salah seorang warga, Teresia Jelaut mengaku sama sekali tidak tahu adanya dugaan tersebut. Namun, melihat air yang sudah jalan di depan rumahnya, dia meyakini jika tidak ada rekayasa sama sekali.

Sejumlah warga Kampung Malip, Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat menanggapi dugaan air yang mengalir pada keran yang digunakan untuk peresmian secara simbolik beberapa waktu lalu bersumber dari mobil tangki milik Perumda Air Minum Tirta Komodo.

Baca juga: 

Tanggapan diutarakan warga melalui video yang diunggah akun Youtube Ruteng Flores, Kamis (12/12). Salah seorang warga, Teresia Jelaut mengaku sama sekali tidak tahu adanya dugaan tersebut. Namun, melihat air yang sudah jalan di depan rumahnya, dia meyakini jika tidak ada rekayasa sama sekali.

“Saya tidak tahu. Tapi melihat air jalan setiap hari, sepertinya doa dan harapan saya ke Bupati Manggarai (Deno Kamelus) terjawab. Saya tidak tahu di Kampung Malip lainnya, kalau di tempat saya tidak (tetap jalan),” ujar Teresia dalam bahasa Manggarai.

Pengakuan senada dikatakan Petronela Miu. Dia mengaku sama sekali tidak mendengar adanya rekayasa yang dilakukan Perum Tirta Komodo. Terlebih karena ia sering di kebun sehingga tidak mengetahui adanya rumor tersebut.

“Saya tidak tahu perbincangan itu. Yang saya tahu air ini lancar,” katanya.

Petronela mengatakan tidak setuju apabila air yang mengalir ke Kampung Malip kembali dikelola pihak Desa Lenda. Menurutnya, hal itu akan menimbulkan ketidakadilan karena air akan dikuasai segelintir orang.

“Nanti repot. Air dikuasai satu orang, dan nantinya berebutan,” katanya.

Dia mengatakan, saat dikelola Tirta Komodo, ia dan warga lainnya sudah tak lagi sibuk merebut jatah air.

Warga lainnya, Kanis Jerubu mengatakan pengelolaan air di Kampung Malip sudah merata dan tertib. Ia bahkan membandingkan hal tersebut saat tinggal di perkotaan dulu.

“Untuk tudingan rekayasa seperti itu tidak ada dalam pikiran saya,” jelasnya.

Dugaan rekayasa air ini muncul saat Bupati Manggarai Deno Kamelus meresmikan program hibah air minum untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kampung Malip, Rabu (4/12) lalu.

Warga menyebut air yang mengalir pada keran yang digunakan untuk peresmian secara simbolik tersebut bukan dari mata air, melainkan bersumber dari tangki milik Perumda Air Minum Tirta Komodo. (FR)

Tanggapan atas berita: Saat Peresmian di Cibal Barat, Air Diduga Bersumber dari Mobil Tangki. Sumber: VoxNTT. Dipublikasi pada: 9/12/2019. Diakses pada: 12/12/2019.

Tim Perumda Tirta Komodo

Editor: Tim Humaspro Manggarai

Foto: Floresa.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *